Yuk, Cek Hasil Lab Produk kamu!

Kamu dapat mengakses hasil pengujian protein per batch agar kamu dapat memverifikasi informasi kandungan protein yang tertera pada label produk. Pastikan kesesuaian informasi pada label dengan hasil pengujian laboratorium. Pilih produk dan varian, lalu masukkan kode batch pada kemasan untuk melihat hasil pengujian secara transparan.

Batch code adalah kode produksi unik yang tercetak pada kemasan produk. Kode ini membantu mengidentifikasi kelompok produksi tempat produk kamu dibuat.

Dengan batch code, kamu bisa menelusuri hasil pengujian laboratorium (lab results) yang sesuai dengan batch produksi produkmu. Jadi, kamu dapat memeriksa hasil pengujian dari batch yang spesifik, bukan hanya mengandalkan data rata-rata dari seluruh rangkaian produk.

Cara menemukan batch code pada produk PURO

Lokasi batch code dapat berbeda-beda, tergantung pada jenis dan format kemasannya. Kamu bisa menemukannya di:

Cara menemukan batch code pada kemasan kardus PURO

Kemasan Kardus

PURO WPI Series, WPC Series, PEA Series

Batch code dapat ditemukan pada flap bagian atas karton atau pada aluminium foil bagian dalam kemasan

Cara menemukan batch code pada kemasan standing pouch PURO

Kemasan Standing Pouch

PURO WPI Series, WPC Series, WPI Clear Series, Mass Gainer Series, Creapro Series

Batch code terdapat pada bagian belakang kemasan, berada di sisi yang sama dengan keterangan expired code

Seperti Apa Format Batch Code?

Batch code biasanya terdiri dari lima atau tujuh karakter berupa kombinasi huruf dan angka. Formatnya dapat bervariasi sesuai dengan jenis produk dan kemasan.

Pastikan kamu menemukan kode yang tepat agar dapat menelusuri hasil pengujian laboratorium untuk batch produkmu.

Apa itu Protein Accuracy ?

Protein accuracy atau akurasi protein adalah persentase yang menunjukkan perbandingan antara jumlah protein yang terukur melalui pengujian laboratorium dan jumlah protein yang tercantum pada label per sajian.

Angka 100% menunjukkan bahwa hasil pengujian sesuai dengan klaim label. Angka di atas 100% berarti jumlah protein terukur lebih tinggi daripada klaim label, sedangkan angka di bawah 100% menunjukkan jumlah protein terukur lebih rendah.

Cara Menghitung Protein Accuracy

Rumus Protein Accuracy:

Protein Accuracy (%) = (Protein Terukur per Sajian ÷ Protein pada Label per Sajian) × 100

Contoh perhitungan :
Sebuah produk WPI mencantumkan 25 g protein per sajian. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan kandungan protein sebesar 25,5 g per sajian.

Protein Accuracy = (25,5 ÷ 25) × 100 = 102%

Artinya, jumlah protein yang terukur setara dengan 102% dari klaim protein pada label.

Bagaimana Puro Menguji Setiap Batch yang Dipublikasikan?

Puro menyimpan catatan batch dan memublikasikan hasil pengujian untuk setiap batch yang diuji melalui empat tahapan:

01

Sampel Disimpan

Sampel diambil dan disimpan dari setiap batch produksi untuk keperluan referensi dan pengujian.

02

Diuji pihak ketiga

Sampel dikirim ke laboratorium independen untuk dianalisis kandungan proteinnya. Proses audit sistem mutu dilakukan secara terpisah sesuai dengan prosedur yang berlaku.

03

Metode Kjeldahl

Kandungan protein dianalisis menggunakan metode Kjeldahl berbasis pengukuran nitrogen, dengan faktor konversi 6,38 apabila sesuai dengan produk dan metode pengujian yang digunakan.

04

Hasil dipublikasikan

Informasi yang dipublikasikan mencakup seri produk, rasa atau varian, kode batch, klaim protein pada label, hasil pengujian laboratorium, dan persentase akurasi protein.

Puro memublikasikan hasil pengujian untuk setiap batch yang diuji, sehingga kamu dapat menilai informasi produk berdasarkan data yang tersedia.

Mengapa Pengujian Protein per Batch Penting?

Informasi pada label memberikan gambaran mengenai kandungan protein yang diklaim dalam suatu produk. Namun, untuk mengetahui bagaimana hasil pengujian dibandingkan dengan klaim tersebut, diperlukan data laboratorium yang relevan.

Melalui pengujian per batch, Puro memberikan akses ke hasil laboratorium yang dipublikasikan untuk batch produksi tertentu. Data ini membantu kamu membandingkan kandungan protein terukur dengan klaim pada label, termasuk ketika hasilnya berada di bawah 100%.

Setiap Batch yang Dipublikasikan Telah Diuji

Sampel dari batch produksi yang dipublikasikan disimpan dan diuji untuk memberikan informasi kandungan protein berdasarkan batch terkait.

Setiap Hasil Dapat Ditelusuri

Hasil pengujian dihubungkan dengan seri produk, varian, dan kode batch. Dengan begitu, kamu dapat memeriksa data yang relevan dengan produk yang kamu miliki.

Komitmen Puro terhadap No Amino Spiking

Puro berkomitmen untuk tidak menggunakan amino spiking dalam formulasi produknya. Kamu dapat merujuk pada informasi formula, dokumentasi laboratorium, dan hasil pengujian batch yang tersedia untuk memahami dasar dari komitmen tersebut.

Memahami Rata-Rata Protein Accuracy Puro

Tabel berikut menunjukkan rata-rata hasil pengujian dibandingkan dengan klaim protein pada label untuk batch yang telah dipublikasikan pada setiap seri produk.

ProdukRata-rata AkurasiArtinya
WPC Whey Concentrate101%Protein terukur rata-rata 1% di atas klaim label
WPI Whey Isolate102%Protein terukur rata-rata 2% di atas klaim label
PEA Protein Isolate111%Protein terukur rata-rata 11% di atas klaim label
Mass Gainer112%Protein terukur rata-rata 12% di atas klaim label

Angka tersebut merupakan rata-rata dari batch yang telah dipublikasikan dan dapat berubah seiring penambahan hasil pengujian baru.

Perhitungan menggunakan basis kering (dry basis). Untuk memahami perbedaan perhitungan tersebut, lihat juga Ringkasan Basis Basah (Wet Basis Summary).

Diverifikasi oleh Labdoor

Puro adalah brand sports nutrition Indonesia pertama yang tersertifikasi oleh Labdoor, platform pengujian dan pemeringkatan suplemen independen berbasis di Amerika Serikat.

Labdoor membeli produk langsung dari pasaran, mengujinya di laboratorium terdaftar FDA, lalu memberikan penilaian berdasarkan akurasi label, keamanan bahan, nilai nutrisi, dan efektivitas yang diproyeksikan.